Assalamu’alaikum Wr. Wb….

Keberadaan Pesantren jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan yang ada terutama di Indonesia, adalah merupakan system pendidikan yang tertua sampai saat ini. Kepentingan dan manfaat pesantren semula merupakan salah satu pendidikan yang mengutamakan pendidikan agama islam yang dimulai sejak adanya masyarakat Islam di Nusantara pada abad ke-13. Ditinjau dari sisi kelembagaan, pesantren mampu menjadi institusi yang memiliki berbagai kelengkapan fasilitas untuk membangun potensi atau sumber daya manusia (SDM Santri), tidak hanya dari segi akhlak dan nilai-nilai spiritualitas saja, akan tetapi juga dilengkapi dengan berbagai macam atribut fisik dan peralatan-peralatan modern untuk pengembangan sains dan teknologi.

Secara sosiologis pesantren adalah lembaga independen yang mampu membangun karakter bangsa, pendidikan dan juga populis ditengah masyarakat, sehingga pesantren mampu menjadi media perubahan sosial yang dapat memberikan pencerahan dan manfaat kepada masyarakat dan melalui pendidikan pesantren inilah telahlahir tokoh-tokoh besar bangsa.

Pentingnya lembaga pesantren dalam pendidikan maupun pengembangan sumber daya manusia (santri atau masyarakat), bukan hanya secara signifikan, akan tetapi sekaligus strategis, karena keberadaan pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki akar kuat di masyarakat. Sebagai institusi yang menempati posisi penting di masyarakat, dengan pentingnya keberadaan lembaga pesantren diharapkan mampu memberikan kontribusi dan pengaruh terutama mengenai nilai-nilai pendidikan islami (keimanan dan akhlak) dan pemberdayaan masyarakat.

Oleh karena itu pemerintah dan masyarakat diharapkan terus-menerus ikut mendorong, mendukung, menggerakkan dan membantu keberadaan pesantren, agar pesantren bisa mampu lebih maksimal terlibat dalam akselarasi pendidikan dan pengembangan masyarakat melalui program-program yang sudah ditetapkan demi kepentingan masyarakat yang mashlahat, sejahtera dan mensejahterakan.

Karena itulah dengan istiqomah dalam niat dan hikmat serta berpegang teguh kepada Nasihat dan Amanah yang disampaikan oleh Tuan Guru “Syaikh Mursyid Tubagus Ahmad Kadzim Asnawi Menes” Pendiri Pondok Pesantren Thariqah Qadiriyah wan Naqsabandiyyah Nadwatudz Dzikri Menes – Banten.

Setelah Pimpinan Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas di berikan Ijazah, Tuan Guru bertanya ; Apa yang hendak ki sanak lakukan setelah ini ?… Beliau pun menjawab ; Dengan izin Allah SWT dan Do’a serta bimbingan Mamak Guru saya akan melanjutkan perjuangan Mamak dengan membangun Lembaga Thariqat dan Pendidikan Formal GRATIS untuk masyarakat tidak mampu serta akan membangun kembali menes dengan Thariqat yang telah Mamak ajarkan.

Dari situlah Pimpinan Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas, mendirikan dan membangun Pondok Pesantren dan mulai merintis baik dari segi pendidikan keagamaan, permajlisan dan sosial kemasyarakatan maupun dari segi FISIK (bangunan pondok pesantren, majlis dzikir dan gedung sekolah).